Minggu, 13 November 2011

Program Pembinaan Remaja dan Pemuda Gereja



 
Latar belakang:

1. Gereja di zaman sekarang ini masih terus terpanggil menjadi alat Tuhan melanjutkan pekerjaan besar Tuhan untuk mendatangkan Pembebasan, Kepintaran dan Kesejahteraan di tengah-tengah gereja, masyarakat, bangsa dan Negara.

2. Namun demikian, gereja di sisi lain sedang berhadapan dengan pengaruh zaman. Globalisasi dengan trend-trend baru kehidupan yang ditawarkan sering membuat gereja sulit mempertahankan apa yang sudah baik yang ada di dalam dirinya sendiri. Terkadang gereja tidak yakin lagi dengan tradisi-tradisi yang semula begitu kuat mempengaruhi kehidupan, sehingga langsung saja mengikuti pola baru yang dianggap cocok dengan masa sekarang.

3. Tantangan Zaman ini terasa sekali terutama dalam kehidupan generasi muda telah menghempas dan mengombang-ambingkan kehidupan generasi muda, bahkan menyebabkan krisis identitas dan penyimpangan perilaku sosial

4. Menyadari telah terjadinya pergeseran-pergeseran tradisi dan pola hidup jemaat, khususnya generasi muda, Gereja perlu merenungkan kembali aspek mana dari kehidupannya yang semula telah menggerakkan kehidupan, tapi sekarang telah hilang atau bergeser. Hal ini perlu direnungkan dan didiskusikan oleh jemaat, secara khusus bagi generasi sekolah Minggu dan Pemuda HKBP guna.

5. Memperhatikan dan menggumuli realita jemaat di atas, kalangan calon-calon pendeta yang masih mengikuti studi di STT bekerja sama dengan alumni STT yang sudah melayani di jemaat-jemaat (para fasilitator), terdorong untuk merumuskan modul-modul pelatihan dan pendampingan bagi mereka. Hal itulah yang melatar belakangi rancangan program pelatihan dan pembinaan ini.

6. Program Pembinaan Remaja dan Naposo Bulung ini dilaksanakan untuk menolong mereka menyadari realitas kehidupannya; memperlengkapi dan memperkuat dasar Iman dan kesadaran akan panggilannya; serta memampukan mereka bertumbuh dalam pelayanan Diakonal yang didasarkan pada kasih Kristus.

Tujuan Program:

1.     Mengenali dan menghidupi corak hidup persekutuan remaja dan pemuda yang bersaksi dan berdiakonia.
2.    Memiliki pengalaman bersama dan memahami masalah yang sedang dihadapi oleh Remaja dan pemuda
3.    Memiliki keterbukaan diri dan kesadaran akan panggilan sebagai Pemuda Kristen
4.    Mampu merumuskan program kegiatan Pemuda yang dapat mendukung pertumbuhan sosial-ekonomi dan spiritualnya.

Tahap-tahap pelaksanaan pelatihan dan pembinaan

A.  Kegiatan Pembinaan dilakukan dengan menggunakan beberapa strategy diantaranya:
1.     Hidup membaur dalam komunitas Remaja dan Naposo Bulung (Keluar dari batasan diri atau kelompok)
2.    Seminar dan diskusi
3.    Penelaahan Alkitab
4.    Games sebagai media refleksi dan belajar tentang nilai-nilai kehidupan; mengenal dan mengembangkan karakter pribadi dan orang lain
5.    Refleksi Bersama atas pengalaman di kelompok kecil dan besar
6.    Presentasi slide/tayangan motivasional
7.    Sajian Film Motivasional (Menonton dan berefleksi bersama)
8.    Pendampingan Pastoral secara personal; dalam kelompok kecil maupun besar
9.    Meditasi sebagai media penyembuhan fisik dan psikis.

B.  Materi
a.  Materi Penelaahan Alkitab.
Materi diberikan dalam bentuk Penelaahan Alkitab dengan Thema: “Siapakah Sesama Bagi Orang yang Menderita?”. Melalui perenungan mengenai perombakan radikal pola berpikir tentang siapakah remaja dan pemuda dalam kehidupannya dan panggilannya untuk melakukan pelayanan diakonia bagi orang lain, remaja dan pemuda diharapkan terdorong untuk keluar dari mentalitas pergaulan yang berorientasi pada keuntungan bagi dirinya dan kelompoknya sendiri, menjadi pemuda yang tergerak oleh roh yang melayani bagi siapa saja. Orientasi melayani orang lain menjadi lebih prioritas daripada menunggu pertolongan orang lain bagi diri sendiri.

b.  Pembekalan melalui ANSOS (Analisis Sosial) dan Seminar Globalisasi dan Realitas Remaja dan Pemuda
Materi diberikan dalam bentuk Seminar dan diskusi. Melalui kegiatan pembelajaran bersama mengenai globalisasi dan dampaknya dalam kehidupan dewasa ini, remaja dan pemuda diharapkan mampu menyadari keberadaannya dan realitas pergumulannya. Pemuda juga diharapkan memiliki kemampuan untuk memetakan masalah-masalah kehidupan mereka dan menyadari dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan seminar dan diskusi juga dalam rangka memfasilitasi remaja dan pemuda untuk mampu merobah pola kesadaran dan pola berpikir yang selama ini mendominasi dan menyebabkan merosotnya semangat juang, pasrah pada keadaan; menyalahkan orang lain; kesombongan pribadi dan kelompok; egoisme dan konsumerisme.

c.   Outdoor activities/Outbond (Games sebagai media refleksi dan belajar tentang nilai-nilai kehidupan; mengenal dan mengembangkan karakter pribadi dan orang lain). Kegiatan ini adalah sejenis Outbond, yaitu aktivitas gerak dan olah raga yang bertujuan untuk merangsang remaja dan pemuda melihat nilai-nilai positif dan negative kehidupan yang tercermin melalui permainan yang dilakukan. Selanjutnya peserta akan diajak untuk belajar dan melihat sendiri dirinya dan kelompoknya dengan berefleksi dari nilai-nilai yang mereka dapat.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk menghancurkan kekakuan dan batasan-batasan dan pengelompokan yang terjadi dalam komunitas remaja dan naposo, sehingga mereka semakin menyadari indahnya kebersamaan, sikap saling menerima dan menolong satu dengan yang lain.
Dengan demikian remaja dan naposo bulung akan termotivasi untuk menghidupi komunitas yang semakin menyatu (solid) dan bertumbuh bersama dan terampil memecahkan masalah pribadi dan kelompok atas dasar kasih.

d.   Berefleksi dengan Menonton Slide/Tayangan Motivational. Peserta akan didorong menghayati kehidupannya dari tayangan motivasional yang disuguhkan. Melalui refleksi atas kisah hidup orang lain yang mampu berjuang dan berhasil walaupun memiliki kelemahan, remaja dan pemuda diharapkan semakin bersemangat menjalani hidupnya yang penuh berkat dari Tuhan. Selain itu, remaja dan pemuda diharapkan menetapkan prinsip-prinsip hidupnya untuk semakin giat mengupayakan apa yang baik dan benar demi masa depan yang penuh pengharapan yang akan Tuhan berikan (Yeremia 29:11)
e.   Pendampingan Pastoral dan Penyembuhan Luka Batin. Melalui kegiatan sharing dan diskusi pribadi maupun di dalam kelompok bersama para fasilitator program, remaja dan pemuda diharapkan semakin terbuka atas dirinya dan permasalahannya dan terbuka menerima pertolongan dari Tuhan. Oleh karena itu, tim fasilitator akan siap mendampingi secara pribadi maupun kelompok untuk mendoakan, meneguhkan dan menguatkan pribadi maupun kelompok untuk tetap kuat dan semakin sungguh-sungguh menghayati dan menghidupi nilai-nilai kehidupan yang positif yang diperoleh dalam kegiatan dan semakin menyerahkan kehidupannya pada tuntunan Tuhan, walaupun sedang dalam pergumulan.

f.  Meditasi atau Ibadah Reflektif. Setelah kegiatan di atas selesai, maka peserta akan diarahkan untuk masuk dalam ibadah kontemplatif. Dalam ibadah ini, peserta akan ditolong untuk menghayati perjumpaannya dengan TUhan dan secara terbuka membawakan pergumulan pribadi dan pengenalan akan dirinya, selanjutnya memohon kekuatan dari Tuhan. Peserta juga akan diarahkan untuk membangun komitmen hidup yang kuat untuk dihidupi setelah kegiatan, dan didoakan bersama dalam ibadah. 

g.  Kewirausahaan: Micro Financial/Pertanian dan Peternakan Organik (PROGRAM PILIHAN).  


Tempat: (Pilihan) 
1.     STT HKBP Jln. Sangnawaluh No. 6, Pematangsiantar
2.    Gereja asal, tempat remaja dan pemuda

Pilihan Waktu Pelaksanaan Program:
1.   Minggu Setelah Pulang Gereja: pkl. 13.00-18.00 WIB
2.  Sabtu setelah pulang sekolah: pkl. 13.00-18.00 + 20.00-22.00 WIB
3.  3 hari waktu libur

Materi dan Peralatan: Disediakan Tim Fasilitator
Proposal USulan Biaya:
a.   Peralatan             :
b.  Materi Copy          :
c.   Honor Fasilitator    :